KESULITAN MAKAN PADA ANAK DAN CARA MENGATASINYA

MENGAPA ANAK SUSAH MAKAN ?




     Masalah makan pada anak pada umumnya adalah masalah kesulitan makan. Hal ini penting diperhatikan karena dapatm menghambat tumbuh kembang optimal pada anak. Kesulitan makan adalah ketidakmampuan untuk makan dan menolak suatu makanan tertentu. 
     Tujuan memberi makan pada anak adalah untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang cukup dalam kelangsungan hidupnya, pemulihan kesehatan setelah sakit, untuk aktifitas, pertumbuhan dan perkembangan. Dengan memberikan makan, maka anak juga dididik agar dapat menerima, menyukai, memilih makanan yang baik serta menentukan jumlah makanan yang cukup dan bermutu. Namun, kenyataannya dalam pelaksanaan ternyata seringkali timbul kesulitan anak yaitu kurangnya nafsu makan. Kesulitan makan juga tibul bila alat pencernaan mengalami kelainan maupun bila refleks-refleks yang berhubungan dengan makan terganggu. 
     Ada beberapa pendapat mengenai penyebab kesulitan makan pada anak, diantaranya : 
 1. Kelainan Neuro-motorik 
 2. Kelainan Konginental 
 3. Kelainan Gigi-geligi 
 4. Penyakit infeksi akut dan menahun 
 5. Defisiensi Nutrien 
 6. Psikologik 

     Si Kecil susah makan merupakan salah satu masalah yang sering dikeluhkan orang tua, terutama pada Ibu. Akibat kesulitan makan akan berpengaruh terhadap keadaan gizi pada anak. Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Upaya terpenting adalah menghilangkan penyebab kesulitan makan. Penyebab si kecil susah makan bisa terjadi karena kehilangan selera makan, sedang tumbuh gigi, mengonsumsi cemilan terlalu banyak, tidak nafsu makan dan juga makan manis sebelum jadwal makan. 
     Kesulitan makan merupakan suatu gejala dari berbagai penyakit atau tersendiri. kesulitan makan jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologi (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan, hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.
     Secara garis besar yang dapat dilakukan adalah upaya dietetik dan upaya psikologik. 
1) Upaya Dietetik 
Upaya ini berhubungan dengan pengaturan makanan yaitu merancang makanan. Adapun faktor yang perlu diperhatikan dalam pengaturan makanan : 
-Umur dan berat badan anak  
- Keadaan penyakit anak 
- Keadaan alat penerima makanan (mulut, gigi-geligi, usus, dll) 
- Kebiasaan makan, selera, kesukaan, aneka ragam atau variasi hidangan 
- Penerimaan dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan 
 2) Upaya Psikologik
Hubungan emosional anak dan Ibu hendaknya baik. Seorang Ibu harus bersabar, tenang, dan tekun. Adakan suasana makan yang menyenangkan anak, bersih, dan berikan pujian bila anak melakukan cara makan dengan baik serta cukup makan. Gunakan alat makan yang menarik, disukai anak, dan sesuai dengan kondisi sang buah hati sehingga memudahkan mereka untuk makan. 

TIPS BAGI ORANG TUA DALAM MENCEGAH KESULITAN MAKAN SECARA PSIKOLOGIS
1. Bina hubungan antara keluarga (ayah, ibu, saudara dan lainnya) dengan baik dan penuh kasih sayang. Jauhi penggunaan emosi yang berlebihan. 
2. Hindari stres yang berlebihan pada orang tua, bila sedang mengalami stres sedapat mungkin jangan diungkapkan di depan anak. 
3. Binalah komunikasi terhadap anak dengan sentuhan rasa kasih sayang dengan menggunakan suara yang lemah lembut, jauhi perasaan emosi, marah dan kecemasan. 
4. Buat jadwal secara rutin kebiasaan makan bersama, ciptakan suasana makan yang baik, penuh kasih sayang dan kekekluargaan. Jangan meniciptakan suasana penuh kebencian dan kemarahan saat makan bersama.



Referensi :

Santoso, Soegeng dan Ranti, Anne Lies. 1995. Kesehatan Dan Gizi. Jakarta: Rineka Cipta. 

Komentar

Posting Komentar